1

“..who your friends are as you head off to the war.”

Saat saat sendiri.

Dimana dia tidak ada dan ketiadaan dirinya membuat diri ini semakin bertanya – tanya akan arti dari ketidaktahuan rasa sedih yang mendalam serta kekecewaan benak yang mematahkan lubuk tanpa dosa.

Sebaiknya aku kembali mengingat kapan terakhir kali aku menangis.
Aku lupa.

Saat termengeringkan pun tiba ketika aku lupa akan segalanya dan aku mulai menangis akibat rindunya aku pada air mataku sendiri!

.

Kita ini bodoh dan dangkal.

Hanya bisa mengecap kebutaan kelam yang fana dalam sukma menentang. Angin menyambar dan dunia pun gelap. Hancurnya hidup karena ketidakberadaan. Hidup menjadi lupa dan hati menjadi jamak. Semua kekelaman akan menampar mereka yang tiada berkawan. Kebohongan merasuk kekelingan hampa. Mulut merobek kain hati yang basah. Semuanya berperang dalam kebisuan, tanpa terlihat, tanpa tereka.

Maka semakin lama semakin jauh tersorot ke arah luar, semakin cepat tersorot semakin cepat seperti mengikuti mata manusia. Semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat, akhirnya tiba diluar. Menunjukkan kekosongan berwujud sempurna. Tampaknya, sempurna.

Semua manusia bodoh karena diam di dalam hitam.

 

 

 

-yoirida.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s