2

Malam itu dingin, aku masih ingat.
Sentuhan angin serasa menusuk relung yang terdalam. Mungkin saat itu pukul tengah malam, tidak ada yang tahu. Tiada teman tuk berkawan, hanya gelap dan keheningan yang menjadi peneman. selaras para jangkrik memamerkan suara jeleknya.

“Pamer.” pikirku.

Aku benci. Tapi apa yang aku benci? Tidak ada yang tahu.

Ruangan itu terasa sangat sempit, di dunia yang luas ini. Tak kuasa aku memikirkan betapa luas dunia ini dan betapa banyak kehidupan yang tidak aku jumpai. Rasa rasanya aku merindukannya, dia yang tidak aku kenal. Dia yang belum pernah ku jumpai, dia yang bahkan aku tidak tahu siapa.

Dunia ini kejam, hanya ada selimut untuk berlindung.

Dalam diam aku memikirkan, tentang hal hal yang tidak terpikirkan.

“Apa aku gila?”

 

 

 

-yoirida.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s