5

“Terkadang aku berdiam, karena hanya angin yang mengerti.”

Suatu hari rembulan bertanya mengapa syahdu relungku.

Maka kujawab teka teki itu dengan harapan ia akan memelukkan jaraknya.

Namun naas hati tak dapat berkata.

Hanya malam gelap yang kudapat.

Dimanakah engkau berada, wahai suara yang telah tiada?

Dulu kau bernyanyi, sekarang kau membisu.

Berteriak dan kembali ke padang masa lalu.

Mungkin bukan hal itu.

Namun gambaran nyata akan hal itu yang masih menjahit benak ini.

Peluk aku dengan kasihMu,

Agar jiwa dan raga ini tau siapa pemiliknya.

Agar kasih terselami,

Agar tidak buta.

Beritahu aku, ya,.

Beritahu aku.

Dengan lembut dan sabar,

Seperti hati,

dan hari ini.

-yoirida.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s