19

diriku… adalah pancaran murni.

terbaik.

akan kejujuran dunia dan semesta.

bagaikan sebuah kaca,

apa adanya memantulkan yang dilihatnya.

bagaikan sebuah air,

dengan jernih membuka rahasia – rahasia hati.

pancaran diri,

akan arus kehidupan yang mega dan perkasa.

gelombang waktu semakin lama semakin memaksa.

kita yang sedang berjalan semakin lama semakin tertinggal.

semakin jauh kita berjalan keringat dan darah telah menjadi lautan.

air mata menghantarkan kita bagaikan sebuah kapal.

mimpi hati yang lama telah usang dimakan zaman.

maka ketika kita membuka mata di padang realita,

sadarlah kita bahwa mimpi – mimpi itu telah terkubur sangat dalam.

diriku… adalah pancaran murni.

sejati.

akan apa yang ada di dalam hati ini.

memang batas mulut manusia adalah kebinasaan,

akan apa yang ada di dalam pikiran ini.

memang batas ide manusia adalah kekosongan,

akan apa yang ada di dalam jiwa dan roh ini.

memang batas kejujuran.. dan kebebasan manusia, adalah kematian.

diriku… adalah pancaran murni.

paling utuh dan tak terbandingkan.

tak tergantikan.

akan apa yang ada di masa laluku,

akan apa yang ada di masa depanku,

akan apa yang ada di dalam hatiku, pikiranku, roh, jiwa, dan sanubariku,

akan diriku sendiri.

detik ini,

aku memutuskan,

ketika aku membuka mata suatu hari nanti,

biarlah diriku ini,

menghidupi mimpi – mimpiku.

 

 

19/6/16

yoirida.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s