Dongeng

malam ini
merah muda menangis
lama
tak henti hentinya

semenit dua menit
tidak terasa sudah satu jam
masih menetes
malah semakin deras

tetes-tetes air mata
turun bersamaan
seperti hujan di bulan-bulan deras
menyirami setiap hati kemarau

derasnya hati meluruh
melunturkan setiap noda dan jijik
kesal, amarah dan kesedihan
emosi, luapan nafsu manusia

apa yang disimpan manusia
pada akhirnya akan terkuak juga
entah itu dalam bentuk keheningan
entah itu dalam bentuk air mata

“fase tumpah,” kata bidadari.

****

bahaya.
sangat bahaya.
jika keheningan selamanya disimpan di tempat yang sama.
pada akhirnya akan meledak,
menjadi sebuah bom waktu yang siap menyerang.
kapanpun, dimanapun, siapapun.

karena hati mengetahui betapa bahayanya bom waktu itu,
yang menyimpan sepuluh ribu rahasia kehidupan,
maka hati memutuskan untuk menumpahkan sebagian darinya.

****

malam ini
merah muda masih menangis
lama
tak henti hentinya

satu jam, dua jam
tidak terasa sudah hampir tiga jam
masih menetes
malah semakin deras

cepat atau lambat ini semua harus berakhir.
hujan harus berakhir,
dan kembali kepada keheningan yang penuh dengan rahasia.
sampai ketika sudah kering, maka hujan akan kembali turun lagi.

maka di jam yang ketiga setengah,
merah muda berhenti menangis,
dan mengirimkan doa kepada pencipta warna.

sambil memejamkan mata,
dia kembali kepada keheningan.

 

 

5/1/17

-yoirida.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s