22

tamparan keras
hati yang berbatu
menjadi aib, bui dan abu
semakin lirih, semakin risih
membuat rintik menjadi titik

mirisnya hati menyulam hidup
dikandung ibu, menjadi aku
dunia bisu, tak bisa bertutur
membuat aku menjadi runtuh

luluh… luluh… luluh…
pudarlah titik-titik di bumi
yang mewakilkan kisah sedih dan lesu

tetap diam karena kalah pada patuh
ketika rintik-rintik menjadi abu.

 

9/3/17

-yoirida.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s