Menuju Primadona

“Bakul jamu kalau dikasih kesempatan juga bisa jadi Primadona.”

Membaca kalimat ini di Instagram salah seorang senior saya. Bagaikan sebuah renungan singkat di hari yang melelahkan (baca: kekurangan waktu untuk melakukan semua keharusan. duduk saja buang-buang waktu), jika memang berusaha keras, rendah hati, dan tetap percaya, mungkin akan diberi.

Memang tidak ada yang mudah. Kekuasaan juga memusingkan yang tidak punya kuasa (tidak, kami tidak ingin dikuasai) diputar-putar bagai komedi putar.

Ya, memang sudah seperti komedi hidup ini. Ingin berkarya saja kok dihalang-halangi. Ingin mencipta saja kok disusah-susahi.

Ternyata, seni itu memang tentang ketulusan hati, keikhlasan hati, kerendahan hati, kejujuran nurani.

Seni. Selalu berjalan seiring bernafasnya manusia. Selalu lahir dengan unik dibalik setiap kisah hidup si pemiliknya.

H-9
“Opera Primadona”
Teater Paradoks FISIP UI
27 Maret 2017
Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki

Atas nama seni dan semua pejuangnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s