28

aku termenung.

disini aku berdiri
namun jiwaku tertegun
terduduk
teremuk

mengoyak-ngoyak nasib dan waktu
seakan-akan aku selalu tahu
akan hal-hal yang tidak ingin aku

lupakan.,

hal-hal yang hilang
pergi
teremuk
terduduk
lalu berdiri lagi

mata sayup
lelah dan berkaca-kaca
berkaca
pada sebuah pancaran
yang seakan-akan
seperti kembar dengan

sstt…

namun aku tidak menginginkannya.

lalu aku ditampar dari berdiri
terduduk
hingga berdiri lagi

apakah dia tidak akan pernah pergi?
tidak mau beranjak,

tertegun.

terkadang
apa yang sudah ada di dalam sini
mengembarkan diri untuk mengembara keluar
namun tertegun dia ketika hidup

terduduk
lalu berdiri lagi

lelah.

aku hanya ingin tertegun
terduduk
dan terduduk

terus
terus
terus…
seakan akan.
seakan akan..
seakan akan…

 
19/8/17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s