Kata dan Semesta

Sepertinya, semesta memang suka bermain-main. Mulai dari bermain rasa, bermain tawa, bermain air mata, hingga bermain kata.

Jika memang ada rasa tertentu yang tidak dapat dicari katanya, apakah kita harus berhenti sampai disitu?

Ada yang berusaha mengindahkan makna. Ada yang ingin makna itu telanjang apa adanya. Tidak perlu mengenakan baju jika sudah melihat apa yang diperlukan, bukan?

Begitulah. Semesta memang lucu. Kepada mereka yang hangat dalam jiwa, sepertinya mereka kehabisan kata-kata. Atau mungkin, memilih untuk tidak menuliskan banyak kata. Atau mungkin, apalah arti kata dibanding dengan kenangan nyata. Atau mungkin, ini semua hanya asumsi dan aku tidak tahu apa-apa.

Mungkin, bagi semesta, kata-kata itu memang seperti lelucon. Yang satu merasa butuh untuk selalu merekam makna, rasa dan kenangan lewat kata-kata. Yang dua, sepertinya memang tidak apa-apa dengan kata-kata (atau apapun itu).

Mereka berdua seharusnya sangat berbeda. Namun entah mengapa, mereka terasa sama.

Begitulah… Semesta memang lucu dan menggemaskan.

Rasanya aku ingin tertawa dalam pelukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s