Hidup untuk Mati

Semoga saya bisa semakin melihat, menyadari dan sepakat jiwa raga, bahwa;

Hidup tidak sesempit orang-orang yang datang lalu pergi dan yang bukan untuk kita.

Tidak sesempit ekspektasi terlalu ngimpi yang tidak terrealisasi.

Tidak sesempit segala apapun yang memang belum dan masih harus ditunggu.

Tidak sesempit kehilangan dan kesedihan yang sedang dirasakan.

Tidak sesempit lautan dan tidak sesempit musim yang suram.

Bahwa hidup lebih dari yang kita pikir hidup adalah.

Lebih dari semua hal yang dirasa butuh atau inginkan.

Lebih dari segala peristiwa hidup yang sudah dan akan terjadi dalam hidup kita.

Lebih dari semua yang bisa kita pahami, tidak bisa kita pahami dan akan terus menjadi pertanyaan.

Lebih dari hati yang patah, air mata yang jatuh dan tubuh yang telentang.

Semoga saya bisa hidup untuk mati, bukan hidup untuk hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s