Malam itu, katamu,
“Aku cacat dan penuh luka”
Lihatlah, sayang
Aku pun penuh luka
Babak belur dan pincang

Malam itu, yang tak kau lihat
Adalah pancaran bulan sabit di biji matamu
Tak biasanya seperti itu
Jernih, bagai samudera
Menyucikan
Aku
Yang cacat dan penuh luka

Malam itu, kita menjadi satu
Menemukan muara
Pulang dan kembali
Kau menyucikanku
Aku menyucikanmu
Kita pulang ke rumah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s