Jonquil

Untuk Pepito,

Malam ini aku mendengar bunyi lonceng kecil berdering dari luar pintu kamarku. Seakan lonceng itu jatuh dari genggaman tangan ibuku, kemudian berguling berputar di atas ubin marmer dingin berwarna putih. Kurus dan nyaring, suara lonceng itu menginap di telinga kiriku. Seakan tak mau pergi, aku masih bisa mendengarnya hingga sekarang.

Suara lonceng dan suara penjual roti, semua mengingatkanku pada dirimu. Terakhir kita bercumbu, kau masih menyukai roti coklat. Aku rasa, tidak ada salahnya bagimu untuk mencicipi rasa makanan yang lain. Pun, aku tahu bahwa kau suka makan, bukan? Seperti waktu kita menginap di Kota Pasi, dalam kamar kecil yang jendelanya langsung menghadap pantai. Kau bersikeras bahwa itu laut. Apalah bedanya, air hanya akan menjadi air.

Pagi hari kita akan bangun bersamaan dengan angin yang meniup horden putih di jendela kita. Bisikan angin menggelitik kulit coklat mudamu, menyadarkan kau bahwa diluar sana penjual bunga sudah membuka tokonya, anak kecil sudah bermain dengan sepedanya, dan jalanan ini sudah ramai dengan langkah kaki dan pikiran kotor setiap kepalanya. Ketika kau menyadari kehidupan yang telah membuka jendela, kau akan memelukku lebih erat tanpa sadar. Setelahnya aku akan terbangun dan membuka mata kepada laut diluar jendela sebagai hal pertama yang aku lihat. Setelah matamu, Pepito. Setelah matamu.

Malam ini aku memutuskan untuk berjalan kaki mengitari pelabuhan. Tak lupa, aku membeli roti coklat di toko Bibi Lucia yang sudah hampir memasukkan kursi terakhirnya. Setelahnya, aku duduk di bangku kayu tua yang masih berdiri tepat di sebrang toko buku tua Paman Sam. Dari sini, aku bisa melihat jendela kamar itu. Masih sama, seperti dulu. Horden putih yang melayang-layang, vas bunga transparan berbentuk jam pasir dengan setangkai Daffodils putih di dalamnya, udara dingin yang membuat pipiku merah, dan suara beratmu yang tak lagi bisa ku dengar.

Hanya suara lonceng jatuh, yang berguling berputar, terus bersautan, meneriakkan doa, mengharap kau pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s