Tik…tik…tik…

Ini cerita sederhana,
dengan akhir yang bahagia.

 

Hati-hati dengan manusia yang menyimpan banyak rahasia.
Yang di dalam biji matanya ada hitam.
Bulat, utuh, nyata,
fokus dan tak bersuara.

Hati-hati dengan manusia yang menyimpan semuanya di dalam diam.
Dalam keheningan malam yang nyaman bermesraan dengan gelap.
Dalam sunyi yang mengadakan dirinya dengan diam dan rahasia.
Air di gelas ini… setengah penuh atau setengah kosong?

Tik tik tik…
Bunyi hujan diatas genting…
Airnya turun… Tidak terkira..
Cobalah tengok.. Dahan dan ranting…
Pohon dan kebun basah semua…

Di suatu siang yang dingin
Terdengar kabar dari warga di warung kopi
Katanya mereka baru saja menyaksikan berita kecelakaan di televisi warung kopi
Ketika air hujan membahasi atap jerami di warung kopi

Lembab dan basah
Rambut kepalamu ditemukan menangis semuanya
Melihat nasib sang inang
Ditemukan secara naas terkapar di pinggir hutan di tepi jalan tol itu

Becekan air melompat-lompat
Seraya polisi setempat berlari dan menutup tempat perkara
“Minggir semuanya, minggir!”
Payung-payung para penonton saling berdesakan
Berebut ingin menyaksikan panggung gratisan

Ada yang membiarkan tubuhnya basah kuyup dijilati hujan
Ada yang turun dari mobil karena dijilati rasa penasaran
Semuanya setia berdiri di belakang garis kuning
Mungkin tinggal kurang berondong jagung, pikir salah seorang penonton

Namun bersamaan dengan datangnya petir yang menggelegar
Ditarik keluarlah tubuhmu dari mobil yang terbalik itu
Seketika itu juga keributan berubah menjadi diam
Para penonton berlari kabur… satu persatu

Dengan tubuh berlumuran darah
Rambutmu bersatu dengan ilalang yang basah
Darahmu tersapu kedalam becekkan air hujan
Mengalir menuju selokan
Tidak ada artinya
Darahmu menjadi sampah masyarakat
Dengan tubuh berlumuran darah
Terdengar lagu diputar dari dalam mobil yang setengahnya hampir musnah

Tik tik tik…
Bunyi hujan bagai bernyanyi…
Saya dengarkan… Tidaklah jemu..
Kebun dan jalan.. Semua sunyi…
Tidak seorang berani lalu…

Polisi menduga ini perbuatan pembunuh bayaran
Entah rem mobil ini dibobol atau kejahatan ini memang sudah direncanakan
Ada yang bilang dia ditengah jalan ketemu setan
Ada yang bilang dia pasti bunuh diri
Tidak ada yang tahu pasti
Yang pasti
Tidak ada yang tahu
Bahwa inilah akibatnya
Jika menanam benih kejahatan
Kedalam hati seseorang
Yang menyimpan semuanya
Di dalam diam

Tik tik tik…
Hujan turun dalam selokan…
Tempatnya itik… Berenang-renang..
Bersenda gurau.. Menyelam-nyelam…
Karena hujan berenang-renang…

Dan beberapa hari kemudian mayat kedua ditemukan diatas genting.
Dan mayat ketiga ditemukan di dalam selokan.
Sisa-sisa barang bukti beserta anggota tubuh tersebar di pohon, kebun, dahan dan ranting hutan jalanan itu.
Maka yang bicara menjadi diam, dan yang diam, menjadi pemenang.

 

 

Dari jauh, dia memperhatikan.

Dia mendengarkan. Dia tidak pernah bosan.

 

Advertisements

Sebetulnya

Sebetulnya sebuah pertanyaan itu memang ada baiknya direnungkan dengan baik.

Karena sebuah perenungan jarang terlepas dari pendalaman jalan pikir akan dirinya sendiri dan segala kemungkinan yang dapat terjadi di depannya.

Sebuah Anjuran

Ada baiknya yang merasa mempunyai akal budi sehat terus melakukan hal-hal sehat dan luar biasa, selagi bisa dan selagi ada.
Supaya paling tidak ada jejak-jejak investasi baik yang terpupuk di tanah gila ini.
Ada baiknya yang merasa mempunyai kemampuan dan kesediaan terus menciptakan dan membuat hal hal baru yang bermanfaat, selagi mau dan bersedia.
Supaya paling tidak agak waras sedikit tanah goblok ini.

Kepada yang mampu bertanggung jawab sebelum berucap, yang mempunyai kepercayaan rohani yang kasih- atau pemahaman agama yang tulus- atau pemahaman spiritual yang dewasa- ataupun sebuah paham yang berbudi, yang percaya kepada umat manusia, yang ukuran kesuksesannya adalah kebaikan, yang mengasihi tanpa harus dikasihi, yang memberi tanpa harus diberi, yang mempunyai bela rasa dan hati nurani, yang ya, yang ada.

Empati.
Tanah ini tanah sakit, kasihan.
Sudah sekarat.
Miskinnya tanah gersang ini karena dipupuki oleh dengki.
Semoga suatu hari esok dapat disirami hati dan kasih, supaya baik dan semakin diberkati.

 

Bebanmu berat di pundak itu, Nak… Ayo sini, Ibu bantu angkat.

Iklan

Jam tidurku sudah berubah
Kekhawatiran ini mulai muncul ketika ketidakmampuan berubah menjadi keterpaksaan
Kebiasaan
Sebuah belenggu kehidupan
(ataukah batu loncatan kehidupan?)
Intinya,
jam tidurku sudah berubah

Tik..tok..tik..tok..tik..tok

25

Merenungkan kamu
Tak kan pernah ada habisnya
Semakin terekam
Semakin terjejaki
Kesan-kesan setiap guratan wajah
Mengisyaratkan bahwa kamu memang adalah manusia
Aroma tubuh yang membasuh lembut samuderaku
Membahasakan ketubuhanmu yang utuh meski tak sempurna

Kamu indah, sayang

Lihatlah
Bahasa-bahasa ini berjalan menghampirimu
Berusaha mengetuk sisi jiwamu yang terpatung
Membangkitkan sanubarimu, mengindahkan sukmamu
Kamu sempurna
Dengan semua luka-luka jejakmu
Sejarahmu terpampang nyata dihadapanku
Dibawah sinar lampu remang ditengah malam
Terbuka semua luka dan langkah masa lalumu

Semua sisi gelapmu
Semua sisi terangmu
Bawalah dirimu
Seutuhnya padaku

-yoirida.

24

banyak tintaku
yang tergores tentangmu
dari awal dahulu kala
sampai tua rambut abu-abu
jalanmu adalah jalanku
selalu baru, tetap bersatu

kau tetap disitu
tepat di tempat itu
menari-nari dengan kepala batumu
namun lucu, karena kau memang begitu

cinta cinta cinta
bernyanyi-nyanyi diatas kalbuku
menarik kalbumu dan sanubarimu
mengatakannya padamu, dari waktu ke waktu

ah… sayangku
kemarilah dan kecuplah
segala kasih, mesra dan asmara
tak lupa duka, susah dan nestapa
namun kau tetap disitu
selalu begitu

tetaplah jadi manusia
yang tidak abadi
karena jika kau berdiri disitu
ya… tepat di tempat itu
menggerutu dan merajukkan kekanak-kanakanmu
sambil menuntun, merangkul dan mendewasakanku
membangkitkan jiwa, hati dan sukmaku
aku yakin…
demi Tuhan aku yakin!
kamu memang mujizat hidupku

satu
selalu
utuh
selama-lamanya
cinta aku dan kamu
biar Tuhan yang tahu.

 

 

 

4/13/17

-yoirida.